Saat aku kehilangan arah, ku alihkan duniaku kembali
pada kalian. Menjadikan kalian kembali menjadi qiblatku. Kalian membopongku
berdiri, memastikan aku tetap berdiri tegak. Tak pernah ada rasa lelah terlukis
di wajah kalian, membuatku merasa bersalah karenanya. Merasa bersalah karena
kenyataan bahwa sesungguhnya membuat kalian lelah. Tapi kalian memang dua
sejoli manusia yang tak pernah bisa kumengerti. Tatapan sendu kalian yang
menghangatkan membuatku merasa perih di ulu hatiku. Senyum kalian yang tulus
membuat kepalaku pening seketika. Kalian selalu memasang ekspresi yang sama.
Bahkan saat aku sudah berada di ujung jalan dan tak mungkin kembali, kalian
masih saja setia mengulurkan tangan untukku. Aku ingin berpaling dan tak
menggubris semua itu. Tapi kalian justru semakin berada di dekatku, melangkah
langkah demi langkah, detik demi detik. Tetes air mata tak pernah berhenti
untuk menangisi kalian. Karena saat semua itu telah hilang, segala hal terasa
kosong. Tak ada lagi rasa hangat dari tangan kalian, tak ada lagi senyum
menyejukkan kalian, tak ada tatapan meneduhkan kalian, tak ada.
Ayah… Mama… I
LOVE YOU!

0 komentar:
Posting Komentar