Jumat, 20 Maret 2015

Love You Mom, Dad...

Edit Posted by with No comments





Saat aku kehilangan arah, ku alihkan duniaku kembali pada kalian. Menjadikan kalian kembali menjadi qiblatku. Kalian membopongku berdiri, memastikan aku tetap berdiri tegak. Tak pernah ada rasa lelah terlukis di wajah kalian, membuatku merasa bersalah karenanya. Merasa bersalah karena kenyataan bahwa sesungguhnya membuat kalian lelah. Tapi kalian memang dua sejoli manusia yang tak pernah bisa kumengerti. Tatapan sendu kalian yang menghangatkan membuatku merasa perih di ulu hatiku. Senyum kalian yang tulus membuat kepalaku pening seketika. Kalian selalu memasang ekspresi yang sama. Bahkan saat aku sudah berada di ujung jalan dan tak mungkin kembali, kalian masih saja setia mengulurkan tangan untukku. Aku ingin berpaling dan tak menggubris semua itu. Tapi kalian justru semakin berada di dekatku, melangkah langkah demi langkah, detik demi detik. Tetes air mata tak pernah berhenti untuk menangisi kalian. Karena saat semua itu telah hilang, segala hal terasa kosong. Tak ada lagi rasa hangat dari tangan kalian, tak ada lagi senyum menyejukkan kalian, tak ada tatapan meneduhkan kalian, tak ada. 
Ayah… Mama… I LOVE YOU!

0 komentar:

Posting Komentar